Kecil Umur Sekolah Konsentrasi di Satu Tipe Olahraga,

sport kid

“Biarkan buah hati-buah hati mencicipi sebagian olahraga sebelum memilih satu atau dua olahraga. Kian kerap kali mencoba beragam olahraga dan kesibukan yang berbeda dan menemukan sesuatu yang pintar dikerjakan, buah hati-buah hati akan kian merasakan kesibukan itu,” kata Dr Laskowski dari Mayo Clinic. – saint monica kelapa gading

Berdasarkan The American Academy of Paediatrics, buah hati-buah hati nggak boleh berupaya merajai salah satu bidang olahraga sebelum umur akil balig, Bun. Ini untuk menghindari kerusakan jasmani dan mental.

“Mereka yang berpartisipasi dalam banyak olahraga dan cuma mengkhususkan diri sesudah menempuh umur akil balig, cenderung menjadi kontestan yang lebih tetap, mengalami sedikit cedera, loyal terhadap olahraga, dan bermain lebih lama ketimbang mereka yang mengkhususkan diri semenjak dini,” tulis The American Academy of Paediatrics seperti dikutip dari buku berjudul Roots and Wings 2.

Penulis Raksha Bharadia juga mengatakan, menunggu buah hati sampai berusia 12 atau 13 tahun untuk mendalami olahraga bikin mereka lebih matang secara emosional dan jasmani. Serta menolong menetapkan buah hati-buah hati mengerjakan kesibukan yang menarik atensinya daripada mencoba memenuhi hasrat orang tua atau pelatih.

Berdasarkan Raksha, bagi buah hati-buah hati, berolahraga bukan seputar menang atau berlatih lebih keras, tapi untuk bersenang-bergembira. Nah, buah hati-buah hati yang terampil olahraga di umur kecil lebih mungkin nampak selama masa kanak-kanaknya.

Tetapi, ada penelitian yang menonjolkan buah hati-buah hati yang terampil olahraganya lebih lambat kemungkinan berpotensi lebih besar ketika dewasanya menempuh standar internasional dalam olahraga. Penelitian yang dikerjakan Barynina dan Vaitsekhovskii memandang atlet yang mulai merajai renang semenjak dini (umur 7-8 tahun).

Peneliti menanyakan akibat belajar olahraga lebih dini bagus dari aspek sosial, psikis, dan medis. Kesudahannya, kian dini para atlet mengawali pelatihan, kian singkat mereka bertahan di regu nasional dan kian kencang meninggalkan puncak olahraga.

Ada banyak alasan penyebabnya, yang paling lazim ialah kelelahan mental, kesehatan lazim, dan muatan yang susah ditanggung. Cedera pada atlet juga dikaitkan dengan pengaturan dini di bidang olahraga.

“Sebab mengkhususkan diri pada olahraga tertentu, buah hati-buah hati berisiko mengalami ketimpangan otot, kerusakan pada lempeng kartilago, dan cedera dampak terlalu banyak diterapkan seperti tendonit” kata Brett Oden, Direktur Sports Medicine Center Buffalo Hospital.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *