Kiat supaya Anak Tidak Pendendam

anak agar tidak pendendam

Cambridge Curriculum – Sifat pendendam telah pasti bukan sifat yang bagus. Nah, gimana caranya orang tua menanamkan pengajaran yang bagus ke buah hati soal rasa dendam ini?

Jeanete, seorang psikolog dari Universitas Pattimura, Ambon mengatakan, jangan pernah orang tua bercerita hal-hal buruk termasuk pengalaman buruk yang mereka natural ke buah hati-si kecilnya. Coba katakan pada buah hati banyak hal positif di luar sana dibanding kita mengingat masa lalu yang suram.

“Seandainya di Ambon, kita senantiasa mengajari buah hati-buah hati untuk berbagi rasa. Jadi siapa saja, ia tinggal di mana, gendernya, umur, agama, asal masukannya darimana, saat mengalami kesulitan atau kesusahan, mesti kita tolong. Nggak cuma berbagi sedih namun juga bergembira,” kata Jeanete ketika ngobrol.

Malah Jeanete bercerita, ada suatu budaya di Ambon di mana buah hati-si kecilnya saling bertoleransi antar agama. Salah satunya dengan sistem membangun gereja atau mesjid bersama-sama, gotong royong.

Ada istilah, ‘Cuci Negeri’ ialah membersihkan kampung semacam kerja bakti jadi segala turun tangan termasuk buah hati-buah hati. Nah, poin-poin itu yang senantiasa kita tanamkan ke buah hati sehingga mereka lupa apabila mereka punya masa lalu suram,” tambah Jeanete.

Dengan semacam itu, rasa dendam hal yang demikian akan menipis dan menghilang pada buah hati. Kemudian, perlahan-perlahan akan terkikis dengan poin-poin yang ditanamkan oleh pelbagai pihak terlebih orang tua.

“Orang dewasa tidak dapat dihindari dari rasa dendam, namun bukan berarti orang dewasa menularkan rasa dendam hal yang demikian pada generasi di bawahnya. Sebab buah hati dapat tumbuh jadi generasi perusak sehingga buah hati malahan kehilangan masa keemasanya di sekolah,” tutur Jeanete.

Berdasarkan Jeanete, melalui adat istiadat kita dapat kok menanamkan sifat positif. Termasuk mengurangi pelbagai penyakit hati, salah satunya ialah dendam.

Ada suatu figur nih, Bun. Sebab dongkol kadang-kadang buah hati-buah hati 2-3 tahun tak segan memukul orang tuanya. Tak terima, orang tua kadang memukul balik si kecilnya. Meskipun mungkin orang tua hendak menanamkan \\\’apabila tak berharap sakit sebab dipukul, karenanya jangan memukul\\\’, tapi hal ini tanpa disadari mengajari balas dendam pada buah hati.

“Seandainya orang tuanya memukul balik, itu jadi pembelajaran penting bagi buah hati, di mana mereka jadi belajar balas dendam. Walaupun sepatutnya balas dendam tak perlu ada, dan yang perlu ialah defence,” terang psikolog buah hati dan remaja, Ratih Zulhaqqi.

Lalu apa yang orang tua mesti lakukan ketika si kecilnya memukul? Ratih memberi anjuran supaya orang tua mengendalikan tangan buah hati yang bersiap memukul sembari memberi pengertian atau mengalihkan perhatian.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *