Masjid Terus Berevolusi Dengan Gaya Yang Makin Bagus

masjid

Gaya arsitektur mesjid terus berevolusi. Tidak melulu tampil dengan gaya khas Timur Tengah, daerah ibadah umat Islam ini rupanya dapat dibangun dengan beraneka gaya arsitektur. Tidak terkecuali, gaya arsitektur kontemporer.

Arsitektur kontemporer diistilahkan sebagai karya arsitektur yang inovatif, baru, khas, dan berbeda, bagus dari segi desain visual, corak, atau motif yang dimiliki. Gaya yang berkembang mulai tahun 1940-an ini juga diterjemahkan dengan istilah arsitektur modern.

Walaupun beberapa orang masih mengamati aneh tetapi gaya modern kontemporer pada mesjid diperkirakan bakal menjadi popularitas. Diyakini, sedangkan bergaya kontemporer, mesjid tidak segera kehilangan nuansa spiritualnya. Artinya, dengan desain kontemporer bahkan, mesjid konsisten sanggup menghadirkan suasana yang kondusif untuk beribadah.

Ketika ini, mesjid yang menggunakan desain kontemporer mulai bermunculan di beraneka penjuru dunia. Tiga di antaranya akan kita sambangi bersama-sama.

Mesjid Penzberg

Terletak di Bichlerstrasse 15, Penzberg, Jerman, mesjid ini mengusung gaya kontemporer yang sarat dengan sentuhan seni Islami. Penzberg ialah kota di selatan Jerman yang berpenduduk sekitar 16 ribu jiwa.

Dia terhampar di kaki Pegunungan Alpen. Di kota ini, Muslim yang cuma berjumlah sekitar seribu jiwa ialah klasifikasi minoritas. Sosial Muslim setempat kebanyakan berasal dari Albania, Turki, dan Bosnia.

Dilegalkan pada September 2005, mesjid yang diberikan nama Forum Islam ini dibangun berkat donasi dana dari Sultan bin Muhammad Al-Qassimi, emir dari Uni Emirat Arab (UEA). Perancang mesjid ini ialah Alen Jasarevic, arsitek Muslim keturunan Bosnia.

Berbeda dengan kebanyakan mesjid lainnya di Jerman yang mengusung gaya arsitektur Turki Utsmani, Jasarevic merancang mesjid ini dengan gaya kontemporer. Saat mesjid-mesjid lainnya dilengkapi kubah dan menara, Mesjid Penzberg lebih memilih untuk tak mempunyai kedua ornamen tradisional mesjid hal yang demikian.

Jasarevic beranggapan, mesjid dengan gaya kontemporer lebih bisa diterima di Eropa ketimbang gaya arsitektur lainnya. Kecuali inovatif, hal ini sejajar dengan keinginan Muslim Penzberg yang mengharapkan sebuah mesjid yang bisa diterima masyarakat sekitarnya. Mesjid ini bahkan pernah menyabet penghargaan sebagai karya arsitektur terbaik di wilayah Bavaria, Jerman.

Mesjid Assyafaah

Pertama kali memperhatikan mesjid ini, mungkin banyak orang merasa heran. Ya, sebab bangunan ini tidak menonjol seperti mesjid pada biasanya.

Desain Mesjid Assyafaah mencoba menyatu dengan lingkungannya di Sembawang Estate, komponen utara Singapura. Berada di tengah masyarakat yang multietnis, desain mesjid ini bahkan diselaraskan dengan keberagaman hal yang demikian. Sengaja tidak menghadirkan arsitektur Melayu maupun Timur Tengah, mesjid ini memilih hadir dengan gaya kontemporer.

Sebagai bangunan yang mencoba serasi dengan lingkungan, adat istiadat, dan zaman, unsur-unsur modern betul-betul kelihatan pada mesjid yang mempunyai empat lantai dan satu basemen ini. Dominasi material beton pada struktur utama dikombinasikan dengan penerapan almunium, baja, dan kaca pada terperinci-terperinci arsitektur lainnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *