Menaker Terbitkan Permenaker Perihal K3 Lingkungan Kerja

Menaker Terbitkan Permenaker Perihal K3 Lingkungan Kerja
Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, sudah menerbitkan Aturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) RI Nomor 5 Tahun 2018 seputar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Penerbitan Permenaker ini untuk menghasilkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman serta mencegah kecelakaan kerja dan penyakit dampak kerja.

Baca : Alat keselamatan kerja

Permenaker hal yang demikian sekalian mencabut regulasi sebelumnya, yakni Aturan Menteri Perburuhan Nomor 7 tahun 1964 seputar Prasyarat Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan di Daerah Kerja dan Aturan Menteri Energi Kerja Dan Transmigrasi No. 13 Tahun 2011 seputar Poin Ambang Batas Elemen Fisika Dan Kimia di Daerah Kerja. “Pemakaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) semestinya menjadi adat istiadat dan komponen dari kehidupan sehari-hari. Pemakaian K3 tak boleh dihasilkan muatan sebab tujuannya mencegah kerugian, bagus dari kalangan pekerja ataupun pengusaha,” ujar Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker dan K3), Sugeng Priyanto, ketika membuka peluncuran Permenaker No. 5 Tahun 2018 seputar K3 Lingkungan Kerja di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Lewat peluncuran Permenaker hal yang demikian, dia berkeinginan sosialisasi dan edukasi berkaitan K3 sebagai komponen dari adat istiadat kerja kian luas dan masif. Perusahaan dan pekerja dipinta bermufakat untuk menghasilkan nihil kecelakaan kerja di lingkungan kerja. “Kesadaran seputar K3 berbanding lurus dengan peradaban manusia dan kian tinggi peradaban manusia, karenanya kesadaran seputar K3 kian tinggi juga. Oleh sebab itu, kita terus ingatkan pentingnya pemakaian K3,” sebut Sugeng.

Menurutnya, hingga ketika ini K3 belum dianggap hal penting. Membangun kesadaran akan pentingnya K3 memerlukan waktu dan semestinya didorong oleh stakeholder ketenagakerjan dan masyarakat. “Jadi marilah kita bulatkan ambisi kita ke depan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan pengajaran supaya nanti mereka akan sadar secara otomatis sadar akan pentingnya K3,” kata Sugeng. Pemakaian K3 di lingkungan kerja secara maksimal juga bisa mensupport meningkatnya produktivitas kerja. Tertib ini serasi dengan arah kebijakan K3 nasional, yakni kemandirian masyarakat indonesia berbudaya K3 tahun 2020 sekalian mendorong program Nawacita.

Baca juga : Sarung tangan safety

Aturan Menteri hal yang demikian memberikan tanda baru mengenai skor ambang batas (NAB) unsur fisika dan kimia, standar unsur biologi, ergonomi, dan psikologi serta prasyarat kebersihan dan sanitasi, termasuk kwalitas udara dalam ruangan (indoor air quality) untuk terwujudnya daerah kerja yang aman, sehat, dan nyaman. Dalam Permenaker dikendalikan pula pemakaian persyaratan-persyaratan K3 lingkungan kerja dilaksanakan melewati aktivitas penilaian dan pembatasan lingkungan kerja dan pemakaian kebersihan dan sanitasi yang mencakup bangunan daerah kerja, fasilitas kebersihan, keperluan udara, serta tata laksana kerumahtanggaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *