Mencetak Talenta ‘Chef’ Semenjak Dini

Mencetak Talenta 'Chef' Semenjak Dini
Tanggal 20 Oktober diperingati sebagai Hari Chef Sedunia. Tahun ini, acara hal yang demikian mengambil tema ‘Chef Without Border’, alias chef lintas batas. Kesibukan ini pertama kali digelar pada 2004 silam dan sekarang, diadakan serentak di segala dunia dengan memusatkan pada dua hal, yaitu edukasi masakan dan pekerjaan chef pada buah hati-buah hati, serta kesibukan amal. “Sesungguhnya Chef itu yakni tahapan, kalo di kitchen kita nyebutnya COMI, sesudah itu tahapan akan terus naik, hingga akibatnya menjadi seorang chef,” kata Chef M. Sabir Mappakaya, perwakilan dari Association of Culinary professionals Indonesia (ACPI), di Jakarta, (20/10).

Baca juga : sekolah masak jakarta

Chef sendiri itu yakni kepala juru masak di dalam suatu zona di dapur. Tak sembarangan seseorang dapat menjadi chef, segala tergantung dengan pengalaman kerja, dari tahapan yang lazim saja hingga eksekutif chef.

“Seluruh tergantung sama track record-nya si chef itu, jadi kian banyak pengalaman kerja yang terus megalami peningkatan, ya itu mereka yang di ucap chef,” ujar Sabir. Di Indonesia sendiri, Hari Chef Sedunia dirayakan dengan memberikan tutorial edukasi terhadap buah hati-buah hati dan orang tua untuk memahami pentingnya makanan sehat bagi tubuh, kecuali mengenalkan pekerjaan chef yang belum banyak dikenal. Untuk itu, ACPI merangkul siswa-siswi 48 buah hati dari berbeda sekolah untuk meniru acara ini di Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.

Memberantas Malnutrisi

Kecuali itu, tahun ini ACPI juga memanfaatkan Hari Chef Sedunia guna merespon info malgizi di Indonesia. Atas alasan itu, ACPI menggandeng salah satu perusahaan swasta untuk menolong buah hati-buah hati sebagai generasi penerus bangsa, memahami nutrisi bagus melewati opsi dan pengolahan makanan sehat.

“Lebih bagus membawa makanan dari rumah. Orang tua juga dapat sembari mengajari buah hati-buah hati memasak,” kata Sabir.

Acara yang disponsori Nestle itu juga menggelar kelas memasak bagi buah hati-buah hati.

“Tujuan pertama adanya kelas memasak ini ialah untuk pengenalan mengenai sistem masak, serta menekankan terhadap mereka bahwa memasak itu tak susah, memasak itu gampang, semudah mereka belajar di sekolah. Kemudian yang ditekankan dalam acara ini ialah bagaimana sistem memilih makanan dan mengolahnya menjadi makanan yang sehat,” tutur ia.

Kecuali itu, ACPI juga sedang memaksimalkan suatu program pengolahan makanan praktis tetapi penuh nutrisi, yaitu bakso dan siomay. “Seandainya lazimnya bakso dan siomay menerapkan daging sapi dan ayam, kita ganti dengan ikan patin,” tambah Sabir.

Alasannya, ikan patin lebih bergizi sekalian murah dan gampang didapatkan.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, masih banyak buah hati-buah hati Indonesia yang mengalami malnutrisi. Seandainya gizi dan nutrisi yang di konsumsi setara, tumbuh kembang buah hati berjalan dengan bagus. Kurang atau lebihnya asupan nutrisi yang di konsumsi oleh buah hati-buah hati akan menyebabkan kurang nutrisi atau pun obesitas.

“Definisi nutrisi setara itu sendiri yakni konsumsi makanan kita sehari hari layak dengan kadar dan keperluan tubuh masing-masing. Jadi intinya itu, nutrisi dan gizi diterima tubuh dengan bagus dan cukup” ujar Sari Sunda, Spesialis Nutrisi. Lebih lanjut, ia menambahkan melewati Hari Chef Sedunia diinginkan lahir agen-agen muda gaya hidup sehat yang dapat menginspirasi lingkungan sekitar menolong mengurangi malnutrisi yang menjadi problem di negara ini.

 

Terkait : Catering prasmanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *